Categories
Berita

Juventus Butuh Cristiano Ronaldo Atau Lionel Messi

juventus

Meski telah berhasil memenangkan titel Scudetto selama tiga musim beruntun, Juventus tetap saja tak menunjukkan perubahan signifikan ketika berkiprah di ajang elit Liga Champions Eropa. Musim ini , mereka cukup tertatih-tatih untuk mencapai babak 16 besar, akhirnya harus puas hanya finish sebagai Runner Up Group di bawah Atletico Madrid. Penjaga gawang utama sekaligus kapten tim, Gianluigi Buffon sendiri sadar akan kekurangan Juventus di ajang Liga Champions Eropa, tak heran jika banyak pihak yang meragukan klub asal Turin ini bisa menyabet trofi UCL.

Namun, bagi sang kapten, Juventus hanya membutuhkan suntikan pemain elit dan berpengalaman, yang jago dalam mencetak gol ke gawang lawan, contoh nyata seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, kedua pemain tersebut sudah menunjukkan kualitas mereka dalam hal mencetak gol. Bahkan menurut The Superman, dalam performa terburuk saja, masing-masing bisa mencetak setidaknya satu gol dalam satu pertandingan.

“Juventus kurang hal yang sama seperti semua tim yang tidak pernah memenangkan Liga Champions Eropa, kami butuh Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi”

“Mereka sangat berarti bagi tim masing-masing, bahkan ketika dalam permainan terburuk, mereka bisa setidaknya mencetak satu gol, dengan itu anda bisa memulai pertandingan dalam keunggulan 1-0, dan itu adalah sebuah keuntungan” papar mantan pemain Parma ini.

Juventus sendiri gagal memenangi partai terakhir fase Group kontra Atletico Madrid, kedudukan imbang tanpa gol bertahan sampai laga usai.

Messi dan Ronaldo memang masing-masing mencetak satu gol ke gawang lawan di pertandingan terakhir babak penyisihan Group tengah pekan kemarin.

Categories
Berita

Buffon Ogah Dicap Legenda

gianluigi buffon

Atas prestasi dan segala raihannya di level klub maupun Timnas Italia, seorang Gianluigi Buffon pantas saja disebut sebagai. Walau demikian, Buffon pribadi tak ingin dianggap sebagai seorang legenda.

Memulai kiprah seniornya tahun 1995 silam, Buffon sudah nyaris dua dekade mencicipi level tertinggi sepakbola. Dalam kurun waktu tersebut, pria 36 tahun ini sudah tampil lebih dari 700 pertandingan di Parma maupun Juventus dan 145 caps bersama Gli Azzurri.

Bersama Si Nyonya Tua, Buffon sudah menyumbangkan tujuh gelar Scudetto dan mengantarkan Italia menjadi jawara di Piala Dunia 2006. Sementara prestasi pribadi, Buffon mendapat gelar kiper terbaik Serie A delapan kali dan empat kali versi IFFHS.

Tak hanya itu, Buffon merupakan salah satu pemain paling veteran di Serie A yang masih aktif bermain. Atas segala raihannya, tak bisa disangkal bahwa Buffon adalah pemain yang paling dihormati saat ini.

“So, tidak. Sebutan legenda punya sebuah makna yang tidak manusiawi dan saya tidak menyukai itu,” ucap Buffon kepada AS sebagaimana dikutip Football Italia.

“Bagaimanapun saya merupakan atlet sepakbola dengan jiwa, hati, serta sisi positif dan negatif. Semua tergantung orang yang menilainya. Saya menganggap diri sendiri adalah pesepakbola yang pernah menjadi bagian sejarah sepakbola di Italia, Eropa, dan dunia.”

“Namun saat anda dipanggil legenda, maka anda sudah meniggal. Dan saya pun ingin masa itu masih lama!” seloroh Buffon.

Categories
Berita

Tahan Imbang Juve, Atletico Juara Group

juventus vs atletico madri

Juventus gagal meraih kemenangan di partai terakhir fase group Liga Champions Eropa musim ini. Menjamu Atletico Madrid di Juventus Arena, I Bianconneri hanya mampu bermain imbang tanpa sebiji gol pun yan terjadi. Meski demikian, Juve tetap lolos ke babak 16 besar Liga Champions Eropa menyingkirkan Olympiakos yang di pihak lain menang atas Malmo FF.

Hanya saja, Juventus terancam bertemu tim besar pada babak 16 besar mendatang, mengingat mereka finish sebagai runner up Group di bawah Atletico Madrid.

Mengincar tiga poin dan tampil di hadapan ribuan publik turin, Juventus langsung menggebrak sejak awal pertandingan. Namun begitu, Atletico Madrid justru yang lebih dulu mendapat peluang berarti melalui Koke. Sepakan keras gelandang asal Spanyol tersebut tepat pada sasaran, hanya saja Buffon menunjukkan kegemilangannya di bawah mistar dengan menepis bola.

Semenit kemudian, Juve langsung bereaksi, umpan ciamik andrea Pirlo berhasil diteruskan oleh Llorente, sayang Sodorannya terlalu lemah hingga tak bisa merobek jala Moya.

Setelah itu, Juventus mendominasi penuh jalannya pertandingan, tapi mereka tak kunjung bisa melakukan penyelesaian akhir cemerlang untuk mencetak gol. Atletico sempat nyaris membuka keunggulan lewat sepakan keras mario Suarez, hanya saja si kulit bundar lagi-lagi jatuh dalam dekapan Buffon. Skor kacamata bertahan sampai jeda pertandingan.

Di babak kedua, Atletico Madrid terlihat bermain sangat hati-hati, mereka bertahan sepanjang paruh kedua, menghalangi Niat Juventus untuk mencetak gol dan membawa mereka ke puncak klasemen. Benar saja, mereka berhasil menahan tim tuan rumah untuk memenangkan pertandingan, skor 0-0 bertahan hingga pluit panjang.